<head> Yayasan Pendidikan Islam As-Shofa Pekanbaru. Membuka Pendaftaran Siswa Baru Tingkat TK, SD, SMP, SMA Islam As-shofa, Mulai 1 Maret - 10 April 2010, Presentasi : 17 April 2010, Seleksi : 18 April 2010, Pengumuman Hasil Seleksi : 24 April 2010, Pendaftaran Ulang : 26 April 2010.
Artikel Cetak E-mail
Doa, Air & Energi
By : Drs. Kamil Malano

Suatu saat Nabi Muhamad SAW pernah ditanya oleh kaumnya. “ Ya Rasulullah, orang mukmin seperti apakah yang dicintai oleh Allah?” Nabi menjawab : “Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari orang mukmin yang lemah”.

Orang yang kuat tentu saja adalah orang yang sehat. Orang yang lemah adalah orang yang sakit. Dan kalau kita juga diberikan suatu pilihan, maka pastilah kita menyukai orang orang yang selalu sehat dari pada orang yang sakit-sakitan, karena orang yang kuat dan sehat adalah orang yang produktif dalam segala hal. Produktif dalam bekerja serta enak diajak berbicara dan bercanda.

Tidak demikian halnya dengan orang yang sakit-sakitan. Orang yang sakit-sakitan tak efektif sebagai seorang pekerja. Makanya dalam beberapa instansi yang membutuhkan tenaga kerja, mereka meminta surat keterangan dari dokter bahwa calon pekerja mereka adalah orang yang sehat.

Sebaliknya sakit adalah bagaian dari kehidupan. Manusia mana yang tak pernah sakit? Nabi Muhammad juga pernah sakit, namun beliau adalah orang yang sangat jarang sakit. Boleh dikatakan beliau sakit hanya ketika akan meninggal. Maka pantaslah beliau menjadi kekasih Allah karena Rasulullah kita adalah orang yang sehat.

Dalam hadisnya rasul berkata “Fikulli daain dawaa un”, artinya dalam setiap penyakit ada obatnya”.

Dalam Al-Quran dituliskan bahwa beberapa makanan dan minuman mengandung obat, contohnya madu lebah. Zaman sekarang dengan teknologi yang canggih tersedia begitu banyak obat untuk berbagai jenis penyakit. Penyakit-penyakit yang muncul  tak kalah banyaknya dibandingkan jenis obat yang tersedia. Adakalanya ada penyakit yang baru ditemukan tetapi belum ada obatnya. Terutama penyakit-penyakit yang  muncul di abat modern, seperti AIDS, antrax dan flu burung.

Sebenarnya obat bukan hanya sesuatu yang harus diminum atau dimakan. Obat dapat juga berupa hal lain yang tidak kita minum dan juga tidak kita makan. Hidup ini penuh dengan keajaiban. Dan Allah menciptakan keajaiban-keajaiban di bumi bagi orang orang yang berpikir.

DOA.

Dalam suatu ayatnya dalam Al-Quran, Allah mengatakan bahwa bila kita meminta pada-Nya maka Allah kan mengabulkannya. (  Ujibu dakwad da’i iza daani ). Jadi kalau kita sakit, kita bisa meminta kesembuhan pada Allah. Itu hal yang sangat mudah. Andai kita mempunyai keimanan yang mendalam pada Allah, kita bisa sembuh dari penyakit kita walaupun kita tak minum obat apapun.

Misalnya begini. Suatu saat kita terbangun dari tidur, kita rasakan badan kita panas, tenggorokan sakit dan tubuh lemas. Namun teringat oleh kita bahwa kita harus tetap bekerja hari ini. Pekerjaan banyak dan bila kita tak hadir maka pekerjaan tersebut akan terbengkalai. Terbayang oleh kita –bila tidak hadir -  kita  akan melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan teman teman kita yang baik dan menyenangkan. Kemudian kita berkata dengan penuh keyakinan. ”Ya, Allah aku harus masuk kerja hari ini”. Lalu kita bangkit dari tidur.

Maka yang terjadi adalah, tubuh kita merespon keiinginan kita yang begitu besar untuk tetap bekerja. Dan penyakit itu hilang begitu saja dari tubuh kita. Percaya atau tidak, mungkin beberapa dari pembaca pernah mengalaminya. Itu adalah kekuatan doa. Tubuh kita merespon doa dan keinginan kita.  Penyakit pergi dari tubuh kita.

Tapi sebaliknya bila dalam kondisi yang sama. Ketika kita bangun tidur, kita rasakan badan kita panas, tenggorokan sakit dan tubuh lemas. Kemudian teringat oleh kita bahwa hari ini kita akan bertemu orang orang yang tidak menyenangkan. Terbayang kesulitan kesulitan yang harus dikerjakan. Bahkan mungkin terbayang pekerjaan yang belum selesai yang harus kita serahkan pagi itu. Lalu kita berkata pada Allah. ”Ya Allah hari ini aku sakit lagi seperti sekit-sakit yang pernah kuderita”. Maka dapat dipastikan hari itu kita benar-benar akan sakit.

Doa kita pasti akan dikabulkan oleh Allah bila kita benar benar memintanya dan menginginkannya. Yang ajaib adalah tubuh kita dapat merespon keinginan-keinginan kita.

AIR.

Air mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Tubuh kita sebahagian besarnya ( sebanyak 70% ) terdiri dari air. Air adalah zat yang mudah terpengaruh dengan lingkungan. Air dapat berubah warna, suhu dan volumenya.

Suatu penemuan baru oleh para ahli adalah ternyata air juga dapat merespon bunyi bunyian,  air dapat merespon apa yang kita ucapkan padanya. Seorang ilmuwan Jepang, Prof. Emoto menemukan perbedaan yang menakjubkan dari struktur melekul air bila berikan bunyi bunyian. Ia mendapatkan gambaran yang mencengangkan.

Air ternyata merespon musik. Ia meletakkan air di antara dua loadspeker yang memperdengarkan musik selama beberapa jam. Musik yang diputar antara lain Beethoven’s Pastorale, Tibet Sutra, Kawachi Folk Dance dan Heavy Metal Music. Ternyata stuktur melekul air berubah menjadi indah dan beraturan bila diperdengarkan musik-musik indah dan lembut. Namun struktur melekul air tanpak kacau dan tak beraturan ketika yang diperdengarkan adalah musik metal.

Air juga mereson tulisan yang kita tempelkan pada wadah air tersebut. Dalam percobaannya Prof Emoto menempelkan beberapa tulisan seperti : ”Thank you, Love and Apperiction, You make me Sick dan I kill you. Ternyata air yang ditempeli tulisan ”Thank You” membentuk geometri segi 6 yang indah sementara air yang yang ditempeli ”I kill you” bentuk kristalnya menjadi kacau dan tidak teratur.

Tidak sampai disitu. Dia melakukan pecobaan terhadap air yang diberikan doa-doa. Hasilnya kembali menakjubkan, air tersebut membentuk struktur melekul yang indah.

Apapun hasil penelitian Prof Emoto, sebenarnya orang tua-tua kita zaman dahulu telah sering memanfaatkan air sebagi pengobatan. Air tersebut hanya diberikan beberapa bacaan yang diambil dari Al-Quran seperti surat Al-Fatihah, Al-Falaq dan lain lain, lalu diminumkan pada orang yang sakit, maka air itu menjadi obat bagi si pendrita.

Itulah keajaiban yang terjadi. Air merespon keinginan keinginan kita. Dia merespon ucapan ucapan kita, bahkan merespon suara hati kita. Maka tak perlu kita sangsikan bahwah air  bisa kita pakai untuk pengobatan. Air yang dibacakan doa akan membentuk struktur melekul yang indah dan beraturan dan tubuh kita yang 70% terbuat dari air menyambut air yang strukturnya indah tersebut hingga mereka bersenyawa. Terjadilah kesembuhan kesembuhan yang ajaib. Andai kita percaya bahwa Allah menciptakan banyak keajaiban di muka bumi.

Nabi Muhammad mengajarkan kita berdoa sebelum makan. Yang tak kita sadari selama ini adalah kalau makanan yang dihadapan kita langsung merespon doa yang kita ucapakan walaupun dalam hati. Struktur melekul air yang ada dalam makanan kita akan berubah menjadi indah seperti bunga matahari. Dan tanpa kita sadari makanan dan minuman kita memberikan manfaat berlipat ganda pada tubuh kita.

Mungkin hal ini yang menyebabkan dalam kebisaan kita dianjurkan tidak berbicara ketika makan. Karena bila kita memaki-maki ketika makan, atau membicarakan aib orang, maka struktur air dalam makanan kita akan menjadi kacau dan tidak beraturan. Maka makanan tersebut menjadi penyakit bagi tubuh kita.

ENERGI.

Pada zaman beberapa abad sebelum masehi dikenal sistem pengobatan dengan menggunakan energi di Tibet. Pengobatan tersebut berkembang ke India. Dan pada tahun 1914 pengobatan tersebut dipelajari oleh orang Jepang. Tahun 1998 sistem pengobatan tersebut sampai di Indonesia. Saat ini pengobatan tersebut terkenal dengan nama reiki.

Re artinya ENERGI, dan ki artinya alam. Maka reiki artinya adalah energi alam. Kita bisa menterjemahkan reiki menjadi ENERGI ILAHI karena energi alam adalah ernergi yang diciptakan Allah.

Pengobatan ala reiki tak menggunkan obat yang dimakan atau yang diminum. Tapi menggunakan energi alam yang diserap oleh tubuh manusia  (praktisi) dan mentransfer energi tersebut pada orang yang sakit. Maka dalam reiki sangat terkenal istilah transfer energi.

Jauh sebelum reiki masuk ke Indonesia sebenarnya Nabi Isa dan Nabi Muhammad pernah melakukan pengobatan yang sangat mirip dengan yang sekarang terkenal dengan nama reiki tersebut. Nabi Isa mengobati pasiennya hanya dengan menyentuhnya. Secara menakjubkan  orang yang sakit dapat sembuh hanya bila disentuh oleh Nabi Isa.

Namun bagaimana hal itu bisa terjadi? Yang pasti itu adalah kehendak Allah. Karena Allah mengatakan setiap penyakit ada obatnya. Dan juga berarti ada banyak cara mengobati orang yang sakit.

Secara ilmiah keajaiban itu dapat ditafsirkan bahwa Nabi Isa adalah orang yang sehat. Nabi dapat menyerap energi dari alam dan ketika beliau menyentuh pasien, beliau mentranfer energi kesembuhan pada pasien tersebut.

Dalam berbagai hadist Nabi Muhammand melakukan hal yang serupa terhadap keluarga beliau yang sakit. Nabi muhammad menyentuh bagian yang sakit dari keuarga beliau lalu mengucapakan doa doa kesembuhan. Bahkan dalam hadis yang lain, orang yang sakit juga bisa mengobati dirinya sendiri hanya dengan menyentuh bagian tubuhnya yang sakit kemudian mengucapkan doa doa kesembuhan pada Allah.

Kita yakini Nabi Muhammad adalah orang yang sangat jarang sakit. Berarti beliau adalah orang yang sehat. Energi dalam tubuh beliau tentu selaras dan kuat hingga kuman kuman penyakit tak mudah masuk.
 
KESIMPULAN

Doa, yang kita panjatkan, tubuh kita yang terdiri dari air, energi alam dan energi tubuh kita dapat dimanfaatkan untuk  obat. Bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan untuk penyakit yang belum ditemui obatnya sekalipun.

Selama ini kita berpikir bahwa tubuh orang yang sakit bisa menularkan penyakit pada  orang yang sehat, hingga dua duanya menjadi sakit. Bila seorang yang sehat berkempul dengan 10 orang sakit, maka yang sehat tersebut akan tertular penyakit.

Sebenarnya hal itu bisa terjadi sebalikannya. Seorang yang sehat bergaul dengan 10 orang sakit, terjadi perpindahan energi diantara mereka, maka yang sakit tersebut bisa sembuh semuanya.

Allah mencintai orang orang yang sehat. Allah berikan keajaiban keajaiban di atas bumi. Bahkan keajaiban dalam tubuh kita. Apakah kita termasuk orang yang berpikir?

 
Do’a Yang Terlupakan
By : Saripudin, S.Pd

Robbij ‘alniy Muqiymassholati Wa Min Dzurriiyyatiy, Robbanaa Taqobbal Du’aai.

“Ya Allah jadikanlah aku orang yang mendirikan sholat, juga keturunanku, Robbana kabulkanlah permohonanku.”  ( QS. 14 : 40 )

Firman Allah “ Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

Shalat adalah wasiat terakhir yang diamanatkan Rasulullah Saw. kepada umatnya sewaktu akan meninggal dunia. Beliau berpesan dengan sabdanya, “Perhatikanlah shalat, perhatikanlah shalat”. Dari sabdanya itu menunjukan bahwa shalat merupakan ibadah yang diutamakan daripada ibadah lainnya.

Keutamaan rukun Islam yang kedua ini banyak diterangkan dalam Al-Quran dan al-Hadits. Ibadah ini adalah tiang agama, tonggak keyakinan, pokok segala jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Shalat itu dapat mencegah dari perbuatan  keji dan munkar. Pada hari Qiamat nanti amal yang pertama kali diperiksa adalah shalat. Jika shalatnya beres maka bereslah seluruh amalnya. Bila rusak maka rusaklah amal perbuatannya. 

Tidak setiap orang yang shalat itu selamat dari siksa, siapa yang shalatnya lalai dan riya ia akan celaka, siapa yang khusyu dan ikhlash karena Allah, ia akan selamat di akhirat. Banyak orang yang mengerjakan shalat tetapi sedikit orang yang mendirikannya.

Kita harus bertanggung jawab atas keselamatan diri dan keturunan kita di dunia dan akhirat. Hidup ini tidak hanya mencari  kesenangan di dunia saja, bahkan dunia yang kita miliki harus dijadikan modal dan jalan menuju surga. Orang tua yang bekerja dan berjuang untuk membahagiakan keluarga dan keturunannya adalah orang tua yang baik dan bertanggung jawab. Tetapi banyak orang tua yang lupa, bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah masuk surga dan selamat dari neraka. Sudahkah kita mempersiapkan anak cucu kita menjadi orang-orang yang taat kepada Allah dan rasulnya?

Kita harus memikirkan sandang, pangan, dan kehidupan mereka, tetapi jangan lupa keselamatan mereka di akhirat nanti, sebab itu didiklah mereka dan berdo’alah.
Rasulullah Saw Sebagai Uswah Hasanah
By : Saripudin, S.Pd

Nabi Muhammad Saw merupakan uswah hasanah yang seharusnya diikuti oleh setiap muslim. Beliau adalah ma’shum yang dalam setiap gerak-gerik dan tingkah lakunya senantiasa di jaga oleh Allah Swt. Walaupun beliau adalah jenis manusia yang membutuhkan makan, minum, tidur, berkeluarga dan berbagai kebutuhan duniawi yang lain, tetapi beliau adalah seorang Rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan kebenaran, untuk menyempurnakan akhlak yan mulia.

Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa pada diri beliau terdapat empat sifat utama yang selalu melekat, yaitu: shiddiq (selalu bertindak benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran) dan fathanah (cerdas).

Keluhuran sikap, tingkah dan budi beliau itu sebenarnya telah ada semenjak beliau masih kanak-kanak, jauh sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Didalam berteman beliau selalu dikenal sebagai seorang yang bersikap jujur, rendah hati dan dapat dipercaya.

Itulah sebabnya sejak masih kecil beliau telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, dan mereka memberikan gelar kepada beliau dengan gelar “Al-Amin”.Dalam berteman beliau juga tidak pandang bulu dan memilih-milih antara orang kaya ataukah tidak.

Bahkan beliau sangat akrab dengan siapa saja dan tidak sedikit pun memiliki rasa congkak , sombong, iri, dengki terhadap teman-teman beliau. Sama sekali tak terlihat pada diri beliau, adanya sikap negatif.

Keluhuran sikap dan tingkah laku beliau ini tetap saja beliau pertahankan, ketika beliau telah menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kebenaran dan agama yang dibebankan-Nya kepada beliau. Terhadap semua kalangan Rasulullah bertindak dengan bilhikmah wal mau’idhah al-hasanah dalam menyampaikan dakwahnya, disertai tindak-tanduk yang serba islami, tidak bersikap keras menantang. Mungkin di sinilah letak rahasia keberhasilan dakwah yang beliau lakukan selama masa hidup beliau.

Salah satu kisah yang cukup menarik dan sangat populer adalah ketika Nabi kelelahan dalam medan pertempuran. Karena saking lelahnya, Nabi beristirahat dan tertidur. Ketika dalam keadaan tidur itulah, salah seorang tokoh kaum Musyrikin Mekkah, yaitu Da’tsur, mendatangi beliau. Da’tsur menggertak Nabi sambil mengangkat pedangnya dan bermaksud membunuh beliau. Tetapi berkat pertolongan Allah, justru Da’tsur gemetaran untuk menatap Nabi dan secara perlahan pedang yang dibawanya untuk membunuh Nabi itu jatuh.

Melihat itu Nabi segera mengambil pedang tersebut sambil mengatakan, kalau saja beliau berkehendak membalas dan membunuh Da’tsur, tentu tak akan ada orang yang bisa memberikan pertolongan kepadanya. Tetapi tidak demikian yang diperbuat Rasulullah. Beliau justru memberikan maaf atas perbuatan Da’tsur dan berdoa untuk keterbukaan hatinya.

Kemuliaan pribadi Rosulullah ternyata tidak hanya muncul dari kalangan tokoh-tokoh Islam dan para Ulama saja. Banyak para ilmuwan Barat juga mengakui kehebatan Nabi Muhammad, baik sebagai Nabi, sebagai pemimpin, kepala pemerintahan, sebagai kepala keluarga atau yang lainnya.

Sebuah buku yang juga dengan tegas mengakui kredibiltas Rasulullah sebagai seorang pemimpin yang paling berhasil  adalah “The 100: A Ranking on The Most Influential Person in History” karya Michael Hart. Di dalam buku itu, Hart menempatkan Rasulullah Saw pada nomor pertama dari seratus orang tokoh pemimpin yang paling berhasil.

Kalau mengenai kepribadian Rasulullah Saw. semua orang telah mengakui kemuliaannya, maka yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar umat Islam bisa secara kaffah meneladani segi-segi kepribadian dan kepemimpinannya  untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 
Quantum Parenting
By : Kamil Malano

Quantum berarti interksi energi berubah menjadi cahaya. Sekarang istilah quantum banyak dipakai dalam dunia pendidikan. Contohnya quantum teaching, quantum learning, quantum teacher dan bahkan juga quantum parenting.
Quantum Parenting diartikan  semua kewajiban orang tua terhadap pendidikan anak mereka. Orang tua yang bercahaya, suksus dalam mengarahkan pendidikan anaknya hingga anaknya menjadi orang yang berhasil disebut Quantum Parent, atau Orang Tua yang Bercahaya. Menjadi orang tua masa kini sungguh tidaklah ringan. Mata, telinga, dan hati anak-anak kita didera dengan berbagai tayangan media cetak maupun elektronik berupa kekerasan, seks dan kekacauan moral. Bahkan tidak hanya di media, tetapi betul-betul nyata di depan mata anak-anak kita. 
Mendidik anak-anak kita menjadi manusia yang berprilaku baik, percaya diri, dan bertanggung jawab sungguh memerlukan sebuah kecerdasan dan pengetahuan yang luas. Mendidik anak tidak bisa lagi dengan otodidak atau hanya dengan perasaan dan naluri saja. Perkembangan zaman yangnsemakin cepat justru membuat orang tua sering tertinggal jauh dari anak anak mereka sendiri.
Kesabaran orang tua sangat dituntut untuk memelihara anak anak mereka tetap pada jalan yang benar. Karakter anak-anak zaman sekarang sungguh sangat dinamis dan lebih berani. Pernahkah kita mencoba memahami dan belajar bagaimana menjadi Quantum Parent? Sebagai orang tua kita memerlukan cara dan metode tertentu yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Orang tua sudah tidak bisa lagi mendidik buah hati mereka dengan dengan gaya lama, seperti yang kita dapatkan pada masa kecil kita dulu. Anak yang tumbuh menjadi manusia berkualitas adalah produk dari orang tua mereka yang bercahaya. Yang sekarang kita sebut dengan Quantum Parent.

Anak Anda berhak meraih kesuksesan. Kesuksesan anak Anda berawal dari semangat Anda mengantar mereka menuju kesuksesan itu. 
Banyak orangtua mengeluh karena anaknya kurang semangat belajar. Anak cenderung suka bermain ataupun kegiatan yang lain, seperti olahraga, les tari, vokal, dan lain sebagainya. Anak kurang tertarik dan tidak bersemangat saat diajak bicara seputar kegiatan belajarnya di sekolah. Sampai akhirnya orangtua mendapatkan prestasi belajar anak yang mengecewakan. Apa yang akan anda lakukan  sebagai orangtua ? Lalu apa yang akan Anda lakukan terhadap anak anda? Dapatkah Anda hanya menyalahkan anak ? Memarahi ? Menghukum ? Atau memojokkan dengan cara membanding-bandingkan anak dengan teman atau saudara yang lain ? Dapatkah itu menjadi pemecah masalah sehingga anak Anda menjadi lebih baik ?

Cara-cara tersebut telah terbukti tidak dapat membantu anak menjadi lebih baik. Namun justru akan merusak dan menghancurkan semangat dan rasa percaya diri. Anak akan berda pada keputusasaan. Atau anak tidak menjadikan orang tua mereka sebagai panutan, hingga dia mencari panutan keluar dari lingkungan keluarga. Bila panutan mereka itu guru atau uztads boleh dibilang bagus. Tapi anak bisa memilih siapa saja untuk jadi panutannya. Temannya, misalnya yang belum tentu lebih baik akhlaknya.
Tujuh tips dalam mengembangkan pengetahuan anak
1. Tanamkan kebiasaan berdoa sejak dini sebelum memulai pekerjaan. Tumbuhkan rasa butuh akan berdoa pada anak. Dengan begitu anak akan mulai belajar merasakan kebersamaan Allah dimanapun ia berada.

2. Biasakan diri Anda mengucapkan kata kata motivasi pada anak. Seperti : Kamu anak pintar. Cobalah terus, kamu pasti berhasil. Ayo, kamu pasti bisa , dan sebagaimya. Kalimat-kalimat tersebut akan berdampak positif pada perkembangan jiwa anak.

3. Tumbuhkan pemahaman bahwa Allah sayang orang-orang yang mau berusaha untuk memperbaiki diri. Dengan itu anak akan merasa bahwa Allah suka dengan orang yang mau berusaha dan tidak berputus asa.

4. Rangsang minat belajar anak dengan memberi pemahaman bahwa belajar akan menghasilkan sebuah keberhasilan yang sangat berharga bagi dirinya saat ini dan saat mendatang. Biarkan anak untuk mengerjakan pelajaran yang lebih disukai dan yang dapat dikerjakan dengan mudah.

5. Berilah hadiah sederhana bila anak menunjukkan kebaikan dan keteladanannya. Anak harus benar-benar memahami konsep kebaikan dan keburukan. Keberhasilan dan kegagalan. Bila itu salah maka harus ditinggalkan, bila itu baik, maka layak dikerjakan bahkan diperjuangkan.

6. Berilah pengalaman menarik kepada anak. Misalnya dengan mengajak anak ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi anak. Pengalaman baru tersebut akan memperkaya dan memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan anak.

7. Hindari membantu anak mengerjakan tugasnya. Hal yang itu justru akan mendorong lahirnya ketergantungan anak pada Anda. Biarkan anak belajar dari pengalaman dengan menyelesaikan pekerjaannya sendiri. Beri motivasi anak untuk mencari dan menemukan jalan keluar saat ia menghadapi masalah. 
Tujuh macam tips dalam menanamkan cinta belajar  pada anak
1. Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan bagi Anak.
Jika dipikir-pikir, anak-anak mendapatkan banyak tekanan, baik dari guru-guru di sekolah maupun orangtua dengan harapan-harapan yang tidak berdasar dari keadaan anak mereka sendiri. Kepanikan orangtua juga menular pada diri anak mereka. Anak tidak bisa belajar efektif dalam keadaan stres. Syarat pembelajaran   yang efektif adalah lingkungan yang mendukung dan menyenangkan. Belajar perlu dinikmati dan timbul dari perasaan suka serta nyaman tanpa paksaan. Untuk menciptakan lingkungan menyenagkan  bagi anak, penting bagi orangtua agar rileks dan tidak menetapkan target atau menuntut anak melebihi kemampuannya.

2. Manfaatkan sarana bermain anak untuk belajar mereka Dunia anak adalah dunia bermain. 
Bermain adalah metode belajar yang paling efektif. Anak-anak belajar dari segala kegiatan yang mereka lakukan. Kegiatan bermain anak bisa kita disain menjadi pengalaman belajar. Ketika anak merasa senang dan nyaman, ia akan mampu belajar dengan baik.

3. Gunakan kelima indra anak sebagai sarana belajar.
Anak  menyimpan memori-memori indrawati di tempat yang berbeda. Jika ingin memiliki memori yang kuat, kita harus menyimpan informasi dengan mengguna-kan semua indera kita - melihat, mendengar, berbicara, menyentuh, dan membaui. Anak-anak umumnya belajar melalui pengalaman konkret yang aktif.

4. Pakailah Seluruh Dunia Sebagai Ruang Kelas.
Segala sesuatu yang ada di sekitar kita menjadi pengalaman belajar. Semuanya tersedia di sekitar anak kita adalah bahan ajar. Misalnya : bentuk lingkaran bisa dilihat pada roda, balon, matahari, bulan, sedangkan persegi panjang bisa dilihat pada pintu, jendela, buku, kasur. Dan bujursangkar bisa dilihat di layar komputer, televisi, kotak tissu, saputangan, taplak meja.

5. Pentingkan dorongan positif.
Berdasarkan penelitian, anak sejak usia dini rata-rata menerima enam komentar negatif untuk satu dorongan positif yang diterimanya. Sebagai orangtua yang mungkin dibesarkan dalam keluarga yang lebih banyak memberikan komentar negatif, seyogyanya kita lebih berhati-hati agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama pada anak-anak kita.

6. Tanamkan konsep cinta belajar dm cinta keberhasilan, dan cinta pada segala sesuatu yang baik dan benar.
Kehangatan dan kasih sayang adalah faktor utama dalam mendukung perkembangan seutuhnya. Sentuhan emosi memberikan dampak besar dalam proses belajar anak.

7. Maksimalkan kemauan anak yang ada secara lahiriah dan perkecil kekuarangan mereka.
Perlakukan anak anak dengan istimewa dalam bidang yang dia mempunyai kelebihan. Dan pelakukan anak anda dengan biasa jasa dalam hal yang dia sangat kurang.
Tujuh macam tip bagi para orang tua yang ingin menjadi Quantum Parent

1. Anak adalah amanah dari Allah yang harus kita pertanggungjawabkan.
2. Terapkan disiplin pada anak anda dengan kecerdasan, ketegasan dan kebijkasanaan.
3. Hindari situasi di mana anak Anda dapat memanipulasi anda  dengan keluguan, kecengengan dan tangisannya. Jangan berikan anak Anda semua keinginan dia.
4. Perhatiakan apreasiasi  anak Anda terhadap kepuasan yang dia rasakan dari prestasi yang dia dapatkan.
5. Jangan menggambarkan pada anak bahwa anda teramat sempurna Anak-anak boleh saja mengetahui bahwa orangtua mereka membuat kesalahan juga.
6. Jangan membuat ancaman yang tidak realistis dalam kemarahan atau janji dalam suasana hati yang terlalu senang. Untuk anak orangtua kata berarti segalanya.
7. Ajari anak Anda bahwa kehidupan ini milik meraka. Mereka yang memilih barhasil maupun gagal. Merasa nyaman maupun gelisah. Bahagia maupun menderita. Masuk surga atau masuk neraka.
 

 
Quantum Teacher 2
Oleh : Kamil Malano.

Pagi itu udara cerah. Burung burung melompat dari dahan ke dahan yang lain kegirangan. Mereka bernyanyi. Matahari muncul dengan malu-malu. Menit demi menit suasana semakin hangat dan mesra.
Sebut saja namanya Anita. Dia seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah. Ketika berangkat ke tempat kerja perasaannya tidak begitu baik. Beberapa masalah keluarga masih menempel di benaknya. Ketika masuk kelas, dia lupa mengucapkan salam dan tersenyum pada anak didiknya. Dia juga lupa bertanya pada anak-anak muridnya apakah mereka gembira pagi itu. Dan ketika anak-anak di kelas itu masih terbengong-bengong, dia telah memulai pelajaran.
Selang 2 jam pelajaran, bu guru Anita berkali-kali memukulkan mistar kayu ke meja dan ke papan tulis. Beberapa orang murid sudah kena marah dan disuguhi omelan. Sebelum pelajaran berakhir dia memberikan tugas untuk dikerjakan anak anak didiknya di rumah. Tak lupa dia mengesakan “Tugas ini dikumpulkan besok. Awas kalu tidak dikerjakan!” Kemudian bu guru Anita berlalu begitu saja. Dia merasa lelah sekali setelah mengajar.
Pada hari yang sama bu guru Faizah juga melaksanakan tugasnya. Ketika berangkat tadi pagi dia merasa hatinya dipenuhi kerinduan pada murid-muridnya. Semalam sebelum tidur dia tersenyum karena membayangkan anak-anak muridnya yang lucu-lucu. Itulah sebabnya dia tidak sabar supaya segera bertemu mereka lagi hari itu.

Ketika masuk kelas, dia tersenyum lebar dan mengucapkan salam. “Assalamualaikum, anak-anakku sayang!” sapa bu Faizah. Murid murid menyambut gurunya dengan  riang dan hari yang berbinar binar. “Walaikum salam bu………..”

Pagi itu suasana keakraban lansung terjalain. Kelas menjadi seperti reuni keluarga yang menyenangkan, Semangat bu Faizah dalam mengajar seimbang dengan semangat anak-anak yang ingin belajar. Hari itu bu Faizah merasa sangat bahagia. Hari itu anak didiknya juga merasa sangat antusias. Setiap hari yang ada hanyalah semangat dan anatusiasme antara guru dan murid-murid.

Selesai mengajar tak ada sedikitpun raut kelelahan di muka sang guru yang hebat itu. Dan setiap kali bu Faizah pulang ke rumah, dia menyimpan kerinduan untuk bertemu siswanya lagi keesokan harinya.

Kedua cerita di atas tentu kita pahami pernah terjadi di sekolah manapun di Indonesia ini. Tipe guru seperti bu guru Faizah insya Allah banyak kita temui. Bukan zamannya lagi guru mengajar dengan ke-egoan. Dulu, ketika kita masih kecil-kecil, guru adalah focus utama pembelajaran, sementara siswa lebih banyak mencatat dan mendengar. Saat ini guru dituntut untuk lebih dekat dengan anak didik. Guru zaman sekarang harus bisa menempatkan anak didiknya sebagai aktor utama dalam proses belajar mengajar, bukan pemeran piguran.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal dibutuhkan guru yang mengajar dengan AKAL, ENERGI  dan HATI. Mengajar dengan akal karena guru akan mentransfer ilmu pada murid-muridnya. Mengajar harus dengan energi yang cukup, karena mengajar butuh semangat untuk membangkitkan daya juang murid. Mengajar dengan hati membuat guru memahami jiwa anak didiknya.

Sangat indah terasa bila guru mengajar dengan akal dan hati. Karena guru bisa bertamasya ke jiwa jiwa siswanya yang unik menarik dan butuh tantangan. Bila guru memahami karakter muridnya, mengetahui tingkah laku dan hobi mereka. Bahkan kalau guru memahami keadaan sosial dan spiritual murid muridnya, maka akan mudah baginya mengarahkan anak didiknya pada masa depan mereka yang gemilang. Semua itu akan menjadi tantangan yang mengasikkan. Dia akan merasa bertamasya seperti guru yang terbang dari hati, ke hati anak yang lain.
Ibaratkan menyelam, guru akan menyelami kelas dari satu karang ke karang yang lain. Setiap anak mempunyai dunia yang berbeda. Ada yang berasal dari keluarga yang bahagia, ada juga sebalinya. Namun setiap anak sebenarnya mempunyai pribadi yang spesial yang menjadi petualangan mengasikkan  untuk diselami.

Selain mengajar dengan akal dan hati, guru juga harus mempunyai power yang besar. Guru yang hebat adalah yang punya energi berlebih untuk bersemangat dan membangkitkan semangat muridnya. Guru yang hebat saat ini sering disebur dengan Quantum Teacher. Insya Allah. Saat ini semua guru di Indonesia mengajar dengan akal, energi dan hati. Sehingga  tercapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.

Quantum Teacher mempunyai ciri-ciri yaitu :
a. Sehat lahir batin.
b. Mencintai dan menikmati pekerjaan sebagai guru.
c. Yakin dengan kemampuan diri sendiri sebagai guru yang hebat.
d. Yakin bahwa semua siswa   special dan mampu di bidangnya
e. Selalu bekerja yang terbaik dan ingin maju.
f. Pandai berimajinasi untuk terobosan terobosan metode pembelajaran
g. Mudah menjalin hubungan dengan beragam peserta didik.
h. Berpikir  positif  dan inovatif
i. Seorang motivator yang handal
j. Tawaduk tapi pantang menyerah.
Guru yang Quntum adalah guru yang sangat profesional dalam bekerja. Seorang guru yang bekerja secara professional, maka posisinya adalah posisi yang terpenting dalam kehidupan di dunia ini. Pekerjaan sebagai guru adalah posisi stragis untuk memajukan sebuah bangsa. Kemajuan bangsa ini ke depan di bawah tanggung jawab para guru.
Maka, guru yang hebat adalah guru yang bisa menciptakan anak didik masa depan yang mungkin akan menjadi 10 kali lebih pintar dari guru. Guru yang hebat adalah yang mengajar dengan dahsyat. Dengan pengajarannya yang dahsyat itu muridnya  termotivasi untuk menggali ilmu lebih dalam, bahkan untuk sesuatu yang mungkin belum terpikirkan oleh gurunya.
    
Pendidikan Lahir Bathin
Oleh : Drs. Kamil Malano

Persiapan Ujian Nasional adalah sesuatu yang terpenting dalam proses pendidikan di setiap sekolah. Semua guru, semua siswa dan semua wali siswa, dan tentu saja, semua sekolah dan kepala sekolah ingin siswa  ingin lulus dalam ujian penentu itu. Maka semua usaha dilakukan dalam rangka mensukseskan Ujian Nasional. Ada yang mengikuti bimbingan belajar di tempat-tempat bimbel ternama. Ada yang mengikuti les-les dengan mendatangkan guru ke rumah.

Sekolah sekolah unggul biasanya mempunyai program satu tahun untuk mempersipkan siswanya. Ini berlaku untuk kelas VI SD, kela IX SMP dan kelas XII SMA. Program ini bermacam-macam namanya. Intinya sama saja. Bagaiman siswa lulus Ujian Nasional 100%, dengan nilai terbaik dan dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di sekolah yang “terbaik”pula.
Siswa yang dibekali dengan berbagai bundelan soal-soal atau bank-bank soal, buku-buku latihan soal-soal dan yang sejenisnya. Siswa juga bahkan diberikan kata-kata peringatan, “Apa gunanya lulus kalau nilai tidak bagus?” Intinya nilai bagi siswa menjadi seseatu yang sangat penting dan sakral selam mereka belajar bahkan mungkin kita terlanjur dalam menekankan bahwah nilai sangat penting dalam hidup mereka. Guru merasa tidak berhasil kalau siswa mendapat nilai akhir dibawah standar. sehingga kepala sekolah akan menilai guru tersebut tidak berhasil dalam mengajar. Dan ternyata usaha tersebut membuahkan hasil, ujian yang diselenggaran oleh daerah dan nasional dapat dilalui dengan hasil yang hampir 100% siswanya lulus. 
Keberhasilan siswa terkadang hanya dinilai dengan nilai ujian untuk menentukan apakah ia lulus atau tidak. Sehingga pola atau sistem untuk mengejar target nilai inilah yang akhirnya menjadi semacam strategi untuk mengajar siswa di sekolah. Semua guru senang apalagi kepala sekolah, merasakan kepemimpinannya berhasil karena sekolahnya mendapat penghargaan sebagai sekolah terbaik dan mendapat predikat sekolah unggul karena hampir setiap tahunnya, nilai nem tertinggi diraih oleh siswa-siswinya.
Inikah yang yang dibutuhkan dalam sebuah pendidikan di sekolah?

Padahal pembelajaran memiliki  3 aspek pendidikan atau 3 ranah yaitu : pola pikir, sikap dan tidakan. Yang sering kita sebut kognitif, afektif dan psikomotot. Ujian Nasional hanya memiliki satu usur saja, yaitu kognitif untuk 3 sampai 5 mata pelajaran. Tujuan Ujian Nasional adalah untuk menstandarkan pendidikan di seluruh Indonesia, namun di sekolah sekolah hal ini menjadi “Tujuan Utama yang teramat amat amat penting sekali”. Seolah harga diri sekolah dipertaruhkan dalam Ujian Nasinal.
Akankah kembali kita akan dipimpin oleh orang-orang yang di sekolahnya mendapat nilai terbaik dengan nilai A atau cumlaude tapi tidak mampu berbuat apa-apa ketika di masyarakat dan tidak mampu memberikan solusi terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Marilah kita kembali merenungkan aspek aspek terpenting dalam sebuah pembelajaran.

1. Aspek fikriyyah
pendidikan harus mampu menjadikan anak didiknya memiliki kecerdasan intelektualitas yang tinggi. Mampu menyerap berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menyiapkan peserta didiknya menjadi seseorang yang mampu membawa perubahan ke arah masa depan umat yang lebih baik. Mampu menciptakan sebuah alat alat baru dengan ilmu yang mereka gali dan pelajari sendiri. Bukan hanya sekedar mempelajari apa yang telah didapatkan ilmuan lain.
2. Aspek Ruhiyyah
Aspek ini terbagi dua. Emotional dan Spiritual Sekolah seharusnya mempersiapkan siswa mereka untuk dapat exis dalam segala macam bentuk kehidupan. Ketika Berjaya maupun kitika ditimpa musibah. Hal ini  mampu diwujudkan manakala lembaga pendidikan menjadikan seluruh elemen yang ada menjadi sebuah satu kesatuan yang utuh yaitu keterpaduan prilaku guru, karyawan, kepala sekolah adalah prilaku yang islami, cara berpakaian, bertutur kata, pola pendidikan yang terintegrasi ke dalam nilai islami, dsb. Pribadi yang unggul insya Alloh akan terwujud dari sekolah yang mampu menjadikan anak didiknya mengenal akan dirinya, mengenal siapa Rabbnya, mengenal arah dan tujuan hidupnya melalui sebuah pendidikan ruhiyyah, yaitu : kemauan dalam melaksanakan ibadah-ibadah kepada Alloh SWT.
3. Aspek Jasadiyyah
Selain kedua aspek di atas yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita mampu menjadikan anak didiknya memiliki kecerdasan fisik, yaitu kemampuan peserta didik untuk terbiasa hidup bersih, mampu menjaga kesehatan badannya, mampu mengolah fisiknya agar senantiasa bugar dan sehat, mampu untuk berprilaku hidup sehat, jauh dari obat-obat berbahaya dan segala hal yang mengganggu kesehatan fisiknya, dll. Jika aspek ini mampu diwujudkan oleh peserta didik dalam proses pembelajarnnya, maka Insya Alloh pribadi unggul akan dapat dicapai oleh peserta didik.
 
Ketiga aspek fikriyyah, ruhiyyah dan jasadiyyah itulah yang perlu diwujudkan dalam setiap aspek pembelajaran, jika memang sekolah kita ingin mendapat predikat sekolah unggul di dunia dan akhirat. Nilai memang penting, namun proses pembelajaran yang dilakukan siswa juga perlu mendapat penilaian yang prosentasenya jauh lebih besar. Maka marilah kita menjadikan pendidikan
kita dengan semboyan Pendidikan Lahir Batin, hingga siswa kita berhasil Dunia Akhirat.
 
Kelas Bilingual Di Yayasan As-Shofa
Oleh : Drs. Kamil Malano

Dunia Pendidikikan pada abad ini berkembang begitu pesat. Sistim pendidikan semakin lama semakin berkembang. Dewasa ini banyak bangsa yang maju. Namun tidak sedikit pula banyak bangsa yang ketinggalan lantaran rendahnya Sumber Daya Manusia. Fenomena init sangat disadari betul oleh para praktisi pendidikan sehingga mereka melakukan real action untuk menjadi lebih baik setiap perubahan waktu.

Sementara itu Indonesia menyadari akan ketinggalannya dibidang pendidikan sehingga Pemerintah yakni Departemen Pendidikan Nasional merancang sistem Pendidikan yang baik sesuai perubahan jaman. Salah satu implementasi system itu adalah mengadakan Bilingual Teaching System in class pada sekolah – sekolah yang sudah mapan alias berprestasi.

Di Yayasan As-Shofa, kelas bilingual sudah mulai dipikirkan sejak Pimpinan SMP Islam As-Shofa mengikuti pelatihan sekolah RSBI pada bulan Juli 2008 lalu, di Hotel Nunsa Pekanbaru dengan intruktur dari Direktorat Pendidikan dan Dinas Pendidikan Prov Riau. Berbekal pelatihan tersebut, Pimpinan SMP Islam As-Shofa merasa siap untuk memulai langkah menjadi sekolah RSBI. Pada tanggal 17 Janauri tahun 2009 diadakan pelatihan RSBI untuk semua guru Agama, Bahasa Inngris, Matematika dan IPA Yayasan As-Shofa. Yang menjadi istruktur adalah Bapak kepala dan waka kurikulum SMP Islam As-Shofa waktu itu.

Ternyata pengurus Yayasan lebih antusias lagi dengan persiapan RSBI. Pada pergantian kepemimpinan 30 Mei 2009, Yayasan menambahkan dan menyempurnakan struktur kepemimpinan supaya cita cata mrnjadi SBI terwujud. Persiapan RSBI di pimpin oleh Asisten Direktur I bidang Perencanaan dan pengembangan mutu. Kemudian Wakil Kepala sekolah dengan nama Jabatan yang sama di tingkat SMP dan SMA. , Dengan arahan Yayasan RSBI dicanangkan untuk tingkat SD, SMP dan SMA sekaligus.

Pada tanggal 29 dan 30 juli kembli diadakan pelatihan untuk guru MIPA dengan istruktur dari CSS ( Creative Science Solution) yaitu Bapak DR Iwantono,M.FHIL, DR Ahmand Muhammad, DR Syabsuduha dan SR Sofia Anita. Maka tahun ini SMP dan SMA telah mulai menerapkan pembelajaran dengan dua bahasa untuk pelajaran Matematika dan IPA.

Sebenarnya keinginan Yayasan As-Shofa untuk menjadi sekolah internasional sudah sangat lama sekali. Bahakan ketika SMP baru didirikan tahun 2003, penekanan pentingnaya bahasa Ingis telah diterpkan. Ini dibuktikan dengan pembelajaran bahasa Ingris 10 jam seminggu. Siswa belajar bahasa Ingris setipa hari.

Pada tahun acaran 2008-2009 SMP Islam As-Shofa membuat kelas khusus conversation dalam Proses belajar mengajar. Siswa belajar bahasa Ingris khusus percakapan dengan 3 orang guru dalam kelas tersebut. Hal ini berlanjut samapai sekarang di SMP Islam As-Shofa. Keberadaan atmosfer inilah bertekat untuk melakukan pembenahan dan pengembangan kelas unggulan dengan membuat Bilingual Teaching System in class sebagai rintisan sekolah berbasis internasional.

KURIKULUM DAN PROSES PEMBELAJARAN

Pada prinsipnya Bilingual Class menggunakan kurikulum Berbasis Kompetensi yang diperkaya dengan kurikulum Internasional. Materi ajar erat hubungannya dengan pengembangan life skill. Proses pembelajaran dilakukan secara kontektual, erat hubungannya dengan kehidupan sehari-sehari, pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, social dan spiritual. Adapun buku paket bukan satu-satunya sumber belajar siswa, tetapi siswa memiliki text book tambahan dari buku berstandar internasional (Math, Science,and English). Sasaran pelaksanaan Bilingual adalah bidang studi : Matematika, IPA, Bahasa Inggris,bidang studi lainnya yang mendukung. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (Bilingual).

KONSEP PEMBELAJARAN

Yang dimaksud dengan pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah pembelajaran yang materi pelajaran, proses belajar mengajar, dan penilaiannya disampaikan dalam bahasa Inggris. Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris ini tetap menggunakan kurikulum nasional yang berlaku. Kurikulum nasional yang dimaksud adalah Kurikulum KTSP. Jadi, pengembangan silabus dan pengembangan sistem penilaiannya juga mengacu pada kurikulum tersebut. Namun demikian, meskipun Kurikulum KTSP digunakan sebagai acuannya, sekolah dapat menambah, memperluas, dan memperdalam kurikulum yang berlaku sesuai dengan perkembangan internasional dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan tetap memperhatikan nilai-nilai dan budaya Indonesia yang ada.

TUJUAN
Pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang tinggi dalam Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sesuai dengan perkembangan ilmu-ilmu tersebut. Juga untukmeningkatkan penguasaan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris sesuai dengan perkembangan internasional sehingga menghubungkan Indonesia dalam perkembangan internasional di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Informasi, dan Teknologi.

FOKUS PENGEMBANGAN

Untuk mencapai tujuan, sekolah  memfokuskan kegiatannya. Materi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris perlu dikembangkan sesuai dengan perkembangan internasional. Oleh karena itu, program harus membangun jaringan nasional dan internasional dalam kerangka untuk memutakhirkan materi-materi pelajaran. Misalnya, melakukan kerjasama dengan fakultas MIPA di universitas terdekat sebagai salah satu upaya untuk memperoleh informasi/sumber-sumber terkini dalam hal literatur/buku teks MIPA. Hal yang sama dapat juga ditempuh dengan melakukan kerjasama dengan jurusan bahasa Inggris fakultas sastra, dalam upaya peningkatan kemampuan dalam bahasa Inggris. Pengembangan Media Pembelajaran Mengingat pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris adalah hal baru, maka diperlukan media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Media-media pendidikan yang dimaksud dapat menggunakan alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, selain menggunakan multimedia elektronika yang sarat animasinya.

PENINGKATAN MUTU GURU MIPA

Guru-guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang membina program ini harus ditingkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya secara intensif dan terus menerus mengingat mereka umumnya belum disiapkan untuk mengajarkan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris. Di Yayasan As-Shofa pembelajaran Bahasa Ingris guru telah dimulai sejak tahun 2007. Semua guru dan karyawan diwajibkan menambah kemampuan bahasa Ingris mereka, bahkan itu masuk kepada salah satu tugas terpenting guru dalam peningkatan mutu per indifidu.

Guru-guru diharapkan selalu belajar dengan cepat karena program ini adlah kebutuhan As-Shofa supaya tetap exist dan Berjaya di Pekanbaru dan Provinsi Riau. Pada prinsipnya program ini tidak dapat dipaksakan bagi siswa yang belum/tidak siap untuk mengikuti program. Bagi siswa yang berhasil mengikuti program ini selama tiga tahun dengan indikator mencapai ketuntasan seperti yang sudah ditetapkan, maka siswa-siswa tersebut berhak menerima semacam ”penghargaan” atau ”reward ” dari sekolah dalam bentuk sertifikat yang menerangkan bahwa siswa tersebut sudah berhasil mengikuti program ini dengan predikat tertentu sesuai dengan tingkat pencapaian siswa.
 
PERENCANAAN STRATEGIS YAYASAN AS-SHOFA 2005-2010 MENUJU PERSAINGAN DI ERA GLOBALISASI
Oleh : Syafwi Khalil. M.Pd

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah swt yang melimpahkan rahmat dan karunia sehingga penulis dapat menyelesai kan tugas ini. Tugas ini adalah  Rencana Strategis (Renstra) Yayasan As-Shofa  Pekanbaru yang merupakan usaha  peningkatan mutu Pendidikan di lingkungan Yayasan As-Shofa dan   pengadaan sarana dan prasarana di semua tingkat lembaga yang dikelola oleh Yayasan Lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan mulai tingkat Taman Kanak-Kanak(TK) , Sekolah Dasar(SD) , Sekolah Menengah PertamaSMP), dan Sekolah Menengah Atas(SMA), untuk TK, SD, dan SMP telah di akreditasi oleh pihak Dinas, dan dengan nilai A, dengan masing-masing mempunyai surat keputusan dari Diknas.

Untuk menyelesaikan tugas ini, penulis dibantu oleh teman-temen dan bimbingan bapak dosen, atas semua bantuan tersebut penulis mengucapkan ribuan terima kasih.  semoga Allah Swt.membalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Penulis yakin dalam penulisan kertas kerja ini banyak Kekeliruan dan kesalahan didalam pembuatannya sesuai dengan kemampuan yang penulis miliki, oleh sebab itu penulis mohon koreksi dan perbaikan sangat  diharapkan semoga Renstra ini akan menjadi lebih sempurna, sehingga dapat dimanfaatkan guna peningkatan mutu lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan As-Shofa  Pekanbaru.
             
Akhirnya kepada Allah  kita berserah diri dan mohon petunjukNya..
                                                                         
Penulis

RENCANA STRATEGIS YAYASAN  AS-SHOFA  PEKANBARU                               
                   
BAB  I   PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Yayasan As-Shofa Pekanbaru yang berdiri pada tanggal 2 Mei  1991 yang lalu, saat itu hanya  mengelola  lembaga pendidikan Sekolah Dasar, dan saat ini sudah berkembang dengan mengelola 4 (empat ) lembaga pendidikan: Taman Kanak-Kanak(TK), Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan As-Shofa Alhamdulilah cukup berhasil dilihat dari prestasi yang diraih, dengan meluluskan semua siswa pada ujian akhir dengan nilai yang baik. Khususnya untuk SMP meraih ranking 1 (satu ) di Pekanbaru tahun 2004 sampai 2006, dan Ranking 5 ( lima ) di Propinsi Riau.

Pihak Yayasan selalu berusaha meningkatkan mutu sekolah ini dengan cara rekkrutmen calon guru dan pegawai melalui test. Penerimaan siswa juga melalui test Kemudian melatih guru dalam metode pengajaran dengan moto “ Meningkatkan Mutu secara terus menerus” (Continous Quality Improvement). Namun demikian pada 5 (lima) tahun terakhir terjadi perubahan baik lingkungan internal maupun Ekternal, dipandang dari satu segi adalah mitra dalam mengembangkan pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi ditinjau dari segi  merebut pasar maka  sekolah-sekolah tersebut  adalah pesaing.
Persaingan sektor jasa pendidikan dikalangan Yayasan lembaga pendidikan swasta  dalam memperebutkan “pasar” siswa saat ini cukup berat. Lembaga Pendidikan  swasta  di Pekanbaru  saat ini tumbuh subur dengan ditandai muncul beberapa Yayasan dengan menawarkan berbagai fasilitas pendidikan. Seperti Lembaga Pendidikan Al-Ulum, Features Islamic School.Al-Azhar, Al-Fithiyah, Al-Ittihad, Babussalam, Nurmadani, Annabawiyah dan lain-lain.

Sehubungan dengan itu diperlukan strategi untuk memenangkan persaingan tersebut, tentu saja dalam rangka peningkatan lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yaysan As-Shofa Pekanbaru. Budaya organisasi yang berbasis agama menjadi salah satu kekuatan dan guru-guru yang relatif muda yang diterima melalui seleksi yang ketat juga merupakan kekuatan,  mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara lansung semua warga sekolah sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di sekolah lingkungan Yayasan As-Shofa Pekanbaru.  

Salah satu indikator dari budaya organisasi di Yayasan adalah rasa kebersamaan dalam menjalan tugas. Sehingga rasa memiliki sangat tinggi di kalangan guru dan karyawan, dibuktikan dengan jam kerja para guru dan pegawai dari pukul 7.00 sampai 16.00 sore. Hal ini sangat berpengaruh kepada keberhasilan ujian akhir di setiap tingkat sekolah di Yayasan As-Shofa.
Hal ini tentu saja harus dipertahankan sehingga  sekolah memiliki akuntabilitas/pertanggungjawaban yang harus dilakukan sekolah terhadap keberhasilan atau kegagalan program yang telah dilaksanakan.  

Disamping selalu meningkatkan mutu proses belajar mengajar dengan mengadakan dan mengikut sertakan  guru-guru dalam pelatihan, pihak yayasan menerapkan manajemen targetting system. Sistem Target adalah modifikasi sistem dunia usaha dalam bidang pendidikan
* Semua pihak yang terlibat memiliki “Achievable Target” yang bisa berbeda antara yang satu
   dengan yang lain yang disepakati bersama.
* Semua pihak hanya berkerja untuk target yang dipunyainya.
* Diberlakukan “REWARD & PUNISHMENT
   Untuk diberikan prasyarat untuk melaksanakan system ini sebgaai berikut:
  1. Kedisiplinan
  2. Target Yang Ingin Dicapai
  3. Kepemimpinan Yang Handal
  4. Harapan Yang Tinggi dari pengelola pendidikan
  5. Pengembangan terus menerus dari pengelola sekolah
  6. Monitoring terus menerus
  7. Komunikasi dan dukungan dari orang tua murid dan Masyarakat
  8. Komitmen
Konsep Target yang diterapkan adalah :
1. Target : Sasaran yang ingin dicapai, dimana untuk memperolehnya dibutuhkan upaya Ekstra.
2. Target ditetapkan di awal tahun ajaran, melalui diskusi mendalam dan disepakati bersama
    diantara kedua pihak.
3. Semua pihak yang terlibat akan mempunyai target pribadi masing masing.
4. Target harus Understandable (dimengerti), Measurable (Bisa Diukur), Achievable (Bisa Dicapai)
    dan Transparent ( Transparan).    

Parameter yang diukur ditentukan sebagai berikut:
1. % Tingkat Kelulusan
2. N E M
3. Nilai Akhir Tahun setiap bidang study.
4. Nilai Harian, Bulanan, Mid Semesteran, dan Semesteran
5. Jumlah soal latihan yang disiapkan setiap guru.
6. Tingkat ketidak hadiran guru
7. Tingkat keterlambatan guru
8. Tingkat ketidak hadiran siswa
9. Tingkat Keterlambatan siswa

Dengan cara ini pihak Yayasan yakin akan memenangkan persaingan oleh sebab itulah diperlukan sebuah perencanaan yang benar di ukur dan diprediksi kedepan akan sepeeti apa keberhasilan yang akan diraih, disinilah diperlukan Perencanaan Strategis.
 
B. Mandat, dasar melaksanakan kegiatan.
    1. UU no. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas
    2. PP no. 29 / 1990 tentang Pendidikan Menengah
    3. UU Otonomi Daerah No.
    4. PP no. 19 tahun 2003 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    5. Hasil Rapat tahunan  Guru, Pegawai   tahun 2007
    6. Program Kerja Yayasan As-Shofa  tahun 2005/2010.
C. Profil  Lembaga.

1. Organisasi Yayasan dan sekolah   
    1). Organisasi Yayasan :
          Pembina             : 1. Hj.Yulia Eriswati,S.Pd
                                     : 2. Ir.H.Novizar Zen
                                     : 3. H. Zulfan BA

    2). Pengawas          : 1. H. Masri Datuk Kulabu M,Sc
                                     : 2. Ir. Benny Hermawan MT
    3). Pengurus                    
          Ketua Yayasan    : Drs. H. Syafwi Khalil, M.Pd
          Sekretaris            : Drs.H. syafrizal Mawardi
          Bendahara           : Hj. Yenni Delyani

    4). Organisasi Sekolah
          Direktur sekolah       : Aprinandes S.Pd
          Kepala sekolah TK    : Susi Afrianti S.Pd
          Kepala Sekolah SD   : Kasma Rosita S.Pd
          Kepala SMP               : Drs. Kamil Malano
          Kepala SMA               : Ernawati S,Pd

2. Sejarah berdirinya Yayasan As-Shofa Pekanbaru

Yayasan As-Shofa adalah suatu badan yang bergerak di bidang pendidikan, Lembaga pendidikan pertama yang didirikan di bawah naungan Yayasan As-Shofa adalah “ Sekolah Dasar Islam
As-Shofa “

Bermula dari ide Ustadz Drs.H.Syafwi Khalil,MPd, salah seorang anggota Muballigh IKMI Koordinator Wilayah Riau yang ingin mengembangkan Lembaga Pendidikan yang berkualitas di Pekanbaru. Keinginan tersebut muncul ketika beliau memimpin Madarasah Pesantren Istimewa Yayasan Masjid Hikmah Jln.Melati Pekanbaru. Ketika Madrasah sudah menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang menggembirakan, disaat itu beliau mendapat kendala menghalangi langkah untuk memajukan Madrasah tersebut.

Kendala utama yang beliau hadapi pada saat itu adalah murid madarasah sekaligus adalah murid Sekolah Dasar, bila murid SD duduk di bangku kelas enam maka di MDA duduk di kelas IV. Pihak SD biasanya akan melakukan belajar tambahan untuk kelas VI SD, untuk mempersiapkan murid mengahdapi ujian Ebatanas, sedangkan di Madrasah juga mempersiapkan murid menghadapi ujian akhir Madrasah, sehingga murid yang duduk di kelas VI sering meninggalkan Madrasah, dengan seringnya murid SD meninggalkan MDA tersebut menyebabkan tujuan dan cita-cita beliau menjadi terhambat, sehingga sulit diwujudkan madrasah yang berkulitas .

Saat itu timbul ide beliau bersama isteri HJ. Yulia Eriswati untuk mendirikan Sekolah Dasar sampai sore, yang sekaligus belajar umum dan agama, itulah SD yang diberi nama Sekolah Dasar Islam As-Shofa yang nama As-Shofa diambil dari nama pendiri.

Tahun pelajaran pertama 1991/1992 dibukalah penerimaan murid pertama kali. Alhamdulilah pada tahun pertama ini mendaftar murid sebanyak 10 orang dengan tenaga pengajar sebanyak 4 orang . Kepala sekolah pada saat itu ibu Salimah Harahap, sedangkan ruang belajar yang digunakan menompang di ruang lantai 2 Masjid Surya Jln Cempaka Gg. Surya, atas izin dari ketua Masjid yang waktu itu dijabat oleh Bapak Drs. H. Mukhni, ruang ini dipakai selama 1 tahun.

Menjelang tahun kedua, berkat pertolongan Allah datang seorang jamaah , yakni Bapak H. Bermawi, salah seorang pensiunan polisi, beliau menawarkan tanahnya untuk digunakan dibangun untuk sekolah semi permanent, setelah disetujui diatas perjanjian dengan status pinjaman, dari sinilah titik awal perkembangan As-Shofa selama 8 tahun . Pada tahun 1994 beliau mengajak beberapa orang tua murid untuk ikut bergabung menjadi pengurus , Ir. Novizar Zen Sebagai Ketua Bidang Pendidikan, Drs. H. Syafrizal Mawardi sebagai Sekretaris, Ibu Yenni Delyani sebagai Bendahara, dan Bapak H, Zulfan sebagai Ketua Bidang Pembangunan. Dan Alhamdulilah saat ini Yayasan As-Shofa telah memiliki tanah dan bangunan sendiri yang terletak di Jln .tuanku Tambusai. Tepat tahun 1998, Lembaga pendidikan SD dipindahkan ke jalan Tuanku Tambusai, dan selanjutnya , pada tahun 2000 didirikanlah Sekolah menengah pertama SK. Nomor : 05322/109.7.4/MN/200.

Pendirian sekolah ini didasari atas permintaan masyarakat dan orang tua murid, sebagai kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Dasar .dan alhamdulilah SMP sudah meraih prestasi luar biasa, mendapat ranking 2 di Kota Pekanbaru, dan ranking 5 di Propinsi Riau, tahun 2006/2007 mendapat 1 di Kota Pekanbaru dan ranking 5 di Propinsi  dan tahun 2007/2008 ranking 2 di Kota dan 6 di Propinsi Riau.   Hal ini merupakan realisasi jangka panjang dari program Yayasan, yang alhamdulilah tahun 2005/2006 didirikan sekolah Taman Kanak-Kanak As-Shofa.

Perjalanan dan perkembangan sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan As-Shodfa terus berkembangan dan dilanjutkan mendirikan SMA Islam As-Shofa pada tahun 2007/2008.

Kita berharap Lembaga Pendidikan di bawah Yayasan As-Shofa terus maju .
3. Sumber Daya/ Ketenagaan : Guru

Pada awal berdirinya Yayasan iini dalam menerima guru melalui seleksi yang ketat dengan membuka pengumuman di Koran, sehingga banyak yang melamar untuk mengikuti seleksi, dengan banyaknya  peminat yang ingin menjadi guru di Yayasan As-Shofa, menjadi peluang bagi Yayasan untuk dapat memilih guru-guru yang berkualitas.

Disamping itu setiap guru bekerja dengan aturan yang dibuat secara bersama sehingga untuk mengikuti aturan  dapat terlaksana dengan baik. Jika ada guru yang diterima  tidak bagus, tinggal menunggu seleksi waktu yang pada akhirnya juga keluar karena tidak kuat untuk mengikuti disiplin yag berlaku, dengan mempunyai sumber daya yang disiplin tinggi seperti itu akan dapat mendorong meningkan mutu sekolah secara terus menerus, seperti data berikut:
Image
Data Perkembangan Guru As-Shofa
 
  
Pegawai / TU :
Tenaga Administrasi tetap 11 Orang
Peserta Didik :
Image
Data Kelulusan Siswa
 
4. Prestasi
Image
Data NEM As-Shofa
 
Image
Ranking UAN 2003 di Pekanbaru
 
Image
Rangking Tahun 2004 di Pekanbaru
 
Image
Rangking Tahun 2005 di Pekanbaru
 
Image
Rangking Tahun 2006 di Pekanbaru
 
Image
Rangkin SMP As-Shofa 2002-2006
 
Image
Persentase Latar Belakang Pendidikan Guru
 
Yayasan Pendidikan Islam As-Shofa.

Status :
TK      : Terakreditasi “ A “
SK BAS No : 035/BASKO/KP/XII/2006
SD      : Terakreditasi “ A “
SMP   : Terakreditasi “ A “
SK BAS No : 035/BASKO/KP/XII/2005
Tgl             : 12 Desember 2005
SMA    : Ijin Operasional
•    Berdiri pada tanggal 2 Mei 1991
D. Visi Yayasan As-Shofa Pekanbaru

Menjadi Lembaga Pendidikan yang Unggul di Tingkat Nasional dan Mampu Bersaing di Tingkat Regional  


    Misi Yayasan As-Shofa
    
1. Menyelenggarakan pendidikan yang unggul, efektif, efisien dan inovatif yang berorientasi kepada
    pencapaian kualitas yang baik dengan moto” Continous Quality Improvement”.
2. Mendidik dan membina siswa menjadi kader yang berilmu siap bersaing dan menumbuhkan
    kesadaran pentingnya  penguasaan ilmu dan teknologi. semangat keunggulan dan kompetitif
3. Mendididik dan membentuk siswea yang beriman yang menfilter budaya yang tidak islami.
4. Membentuk siswa menjadi kader berakhlak mulia, berjiwa kebangsaan dan berwawasan global.
5. Menerapkan management Berbasis Sekolah(MBS) dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan
    stakeholders.
6. Menumbuhkan suasana akademis untuk terciptanya sekolah  atau kelas   berstandar Internasional.
E. Tujuan Sekolah

Yayasan dalam  mengelola pendidikan  memandang sekolah sebagai sebuah siystem. Sehingga  seluruh guru dan warga sekolah, saling terkait dalam menjalnkan tugas serta  terampil menggunakan program-program aplikasi komputer sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
- Mewujudkan Lembaga yang bermutu di tingkat Propinsi dan Nasional dan Internasional.
- Memperoleh prestasi tertinggi bidang akademik tingkat nasional maupun international
- Menjadi Yayasan yang selalu berusaha untuk senantiasa terdepan dan menjadi teladan dalam
  berbagai hal dalam  pengelolaan lembaga pendidikan.
- Berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dan pegawai 
F. Pelayanan.

Pelayanan bagian yuang tak terisahkan  dalam menawarkan jasa pendidikan yang bermutu, bermutu saja tidaklah cukup, tetapi pihak yayasan memberikan aturan supaya memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa-siswa dengan baik  motto yang digunakana adalah “ Guru Sahabat Siswa” maka terkesan peserta didik cukup dekat dengan guru-guru.

Manajemen Yayasan diguanakan manajemen terbuka, sangat terbuka dengan saran dan kritik.Pihak manajemen melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna memberikan suasana yang kondusif untuk pembelajaran karena berbagai pihak memberikan dukungan.

Pengurus Yayasan ,Kepala Sekolah, Wakasek dan Wali Kelas memberikan dukungan untuk berbagai aktifitas yang dipandang menumbuhkan suasana kondusif di sekolah.     Pihak Manajemen Yayasan dipandang cukup transparan dan memiliki kepedulian untuk memperhatikan seluruh komponen sekolah, sehingga terkesan nyaman dan kondusif untuk bekerja.

Pihak Manajemen sekolah juga merasa nyaman dalam bekerja karena berbagai fasilitas bekerja terpenuhi, (Komputer, Laptop, LCD proyektor, printer yang berkualitas, fasilitas internet, ruang ibadah dan istirahat dan sebagainya), sehingga menimbulkan gairah bekerja.

Guru-guru memiliki motivasi untuk bekerja cukup tinggi, sampai sore memberikan bimbingan untuk siswa, siswa memiliki motivasi untuk belajar mandiri sampai sore.

Dalam hal bertugas guru-guru cukup  disiplin, demikian juga siswa berdisiplin secara keseluruhan, Lingkungan dan Budaya sekolah  mendukung dan kondusif untuk peningkatan mutu.  Dengan kata lain Budaya mutu termanifestasikan dalam aspek sikap, perkataan dan perbuatan hampir seluruh warga sekolah.
 

Kalender

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday109
mod_vvisit_counterYesterday106
mod_vvisit_counterThis week311
mod_vvisit_counterThis month836
mod_vvisit_counterAll3851

Banner